Senin, 07 Mei 2012

Peranan Guru TK dalam Pembelajaran Terpadu

Seiring dengan pemikiran yang telah dikemukakan maka model pembelajaran yang paling sesuai dalam upaya pencapaian semua aspek perkembangan anak adalah model pembelajaran terpadu yang disajikan berdasarkan tema-tema belajar. Eliason dan Jenkins (dalam Ocih Setiasih, 2005) mengemukakan bahwa tema dalam kuriku-lum terpadu memudahkan anak membangun konsep tentang benda atau peristiwa yang ada di lingkungannya dan telah dikemukakan pula pada kegiatan belajar satu pada modul ini bahwa kunci pokok dalam pembelajaran terletak pada seorang guru. Namun, bukan berarti dalam proses pembelajaran hanya guru yang aktif melainkan proses pembelajaran menuntut keaktifan dari kedua subjek pembelajaran, yaitu guru dan anak didik. Demikian pula dalam kegiatan pembelajaran terpadu. Peran guru sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan atau ketercapaian tujuan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Seperti juga dalam kegiatan pembelajaran dengan pen-dekatan yang lainnya. Peran guru TK dalam pembelajaran terpadu adalah sebagai perencana, pelaksana dan sekaligus juga sebagai evaluator. Penjelasan dari masing-masing peran tersebut adalah sebagai berikut:  
1.      Peran Guru TK sebagai Perencana
Peran guru sebagai perencana dalam pembelajaran terpadu adalah guru harus merencanakan suatu kegiatan pembelajaran yang akan dilakukannya bersa-ma anak didik. Coba Anda ingat-ingat kembali bentuk-bentuk perencanaan pem-belajaran yang harus disusun di TK! Baiklah disini akan diuraikan sedikit menge-nai bentuk-bentuk perencanaan di TK.  
a.       Perencanaan tahunan
Dalam perencanaan tahunan sudah ditetapkan dan disusun kemampuan, ke-terampilan dan pembiasaan-pembiasaan yang diharapkan dicapai oleh anak didik dalam satu tahun. Perencanaan tahunan dan semester juga memuat tema-tema yang sesuai dengan aspek perkembangan anak dan minat anak serta sesuai dengan lingkungan dimana sekolah tersebut berada. Biasanya pe-rencanaan tahunan dibuat bersama antara guru-guru dan kepala sekolah. Pada TK-TK tertentu perencanaan tahunan disusun oleh bagian kurikulum atau badan penelitian dan pengembangan kurikulum, namun tetap bekerja sama dengan guru-guru.
b.      Program semester
Program semester adalah program tahunan yang dibagi menjadi dua yaitu dalam dua semester.
c.       Perencanaan mingguan (satuan kegiatan mingguan)
Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai kemampuan yang telah direncanakan untuk satu minggu sesuai dengan tema pada minggu tersebut. Perencanaan semester biasanya disusun oleh guru-guru secara bersama baik guru kelompok A maupun guru kelom-pok B.
d.      Perencanaan harian (satuan kegiatan harian)
Perencanaan harian atau Satuan Kegiatan Harian (SKH) merupakan peren-canaan pembelajaran untuk setiap hari yang dibuat oleh guru yang dijabarkan dari SKM. Satuan Kegiatan Harian merupakan acuan dan pegangan dari guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran satu hari.

Sebagai seorang perencana, guru TK harus memahami langkah-langkah pe-rencanaan dalam pembelajaran terpadu. Sebaiknya, perencanaan pembelajaran disusun untuk waktu tidak kurang dari dua minggu dan dapat diperluas untuk be-berapa minggu setelah itu. Sebelum memulai langkah-langkah penyusunan, seba-iknya guru telah memilih dan menentukan tema serta menjabarkannya ke dalam subtema-subtema serta menentukan kemampuan yang akan dikembangkan. Langkah-langkah penyusunan perencanaan untuk pembelajaran terpadu seperti yang disarankan oleh Kostelnik adalah sebagai berikut.
a.       Menuangkan ide Anda ke dalam tulisan, masukkan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan tema ke dalam rencana Anda. Pertimbangkan waktu untuk melaksanakannya dan siapkan kegiatan-kegiatan yang tidak berhubungan de-ngan tema untuk memberikan kesempatan pada anak yang tidak menyukai/ tidak tertarik dengan tema yang telah ditetapkan.
b.      Periksa sekali lagi rencana pembelajaran tersebut, pastikan bahwa paling se-dikit ada tiga jenis kegiatan yang berhubungan dengan tema dalam satu hari. Pastikan bahwa dalam satu minggu seluruh aspek perkembangan yang akan dicapai sudah tercantum dan akan dilaksanakan.
c.       Jika dalam perencanaan Anda terdapat kerja sama dengan ahli lain, seperti dokter, guru musik, guru tari maka pastikan bahwa Anda telah menyampai-kan isi tema yang akan Anda terapkan pada kegiatan pembelajaran agar kegiatan yang dilakukan dalam bidang tersebut dapat mendukung dan sejalan dengan kegiatan pembelajaran yang akan Anda laksanakan.
d.      Persiapkan bahan, alat, media, narasumber dan sarana prasarana, seperti tempat yang akan digunakan dengan baik dan perkirakan peristiwa khusus yang mungkin terjadi jika tema tersebut dilaksanakan.
e.       Organisasikan kegiatan dengan baik sehingga setiap anak dapat terfokus pada tema.
f.       Pastikan bahwa dalam rencana Anda seluruh konsep, istilah, fakta, dan prin-sip telah dikembangkan dengan baik dan kegiatan yang akan dilaksanakan cukup bervariasi; keseimbangan porsi aspek-aspek perkembangan sudah cukup dan komprehensif.
g.      Ciptakan suasana tematik dalam kelas, seperti menempatkan gambar-gambar yang berhubungan dengan tema dan alat serta bahan yang sesuai dengan tema.

Secara lebih khusus, perencanaan yang harus disusun oleh guru tersebut di-tuangkan dalam perencanaan mingguan dan perencanaan harian, yang akan di-jelaskan berikut ini.
a.       Prosedur atau langkah-langkah dalam menyusun perencanaan mingguan atau Satuan Kegiatan Mingguan (SKM)
1)      Mempelajari program semester yang telah dibuat.
2)      Menghitung tanda check (√) pada kemampuan yang akan diharapkan di-capai dari tema yang akan dibahas untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, kognitif, seni, fisik-motorik dan pengembangan perilaku.
3)      Membagi indikator kemampuan yang diharapkan akan dicapai tersebut dengan jumlah minggu dalam satu semester (17 minggu).
4)      Sebarkan indikator kemampuan dalam satu minggu tersebut untuk setiap hari (5-6 hari), sesuai dengan jumlah hari belajar di TK masing-masing.
5)      Memberi tanda/nomor kode pada masing-masing indikator kemampuan pada setiap bidang pengembangan dalam kurikulum.
6)      Menjabarkan tema ke dalam subtema yang akan dikembangkan secara ringkas.
7)      Menetapkan kegiatan pembelajaran sesuai indikator kemampuan dan sesuai dengan subtema yang merupakan hasil penjabaran tema pada minggu tersebut.
8)      Menempatkan ke dalam format model webb atau matriks atau model lain yang digunakan oleh TK masing-masing.

b.      Prosedur atau langkah-langkah penyusunan perencanaan harian atau Satuan Kegiatan Harian (SKH)
Setelah Anda menyusun menyusun perencanaan mingguan atau yang biasa disebut dengan Satuan Kegiatan Mingguan maka kegiatan Anda selanjutnya adalah menyusun perencanaan harian atau Satuan Kegiatan Harian. Kegiatan yang Anda lakukan adalah menjabarkan Satuan Kegiatan Mingguan tersebut ke dalam perencanaan kegiatan harian atau Satuan Kegiatan Harian (SKH). SKH merupakan perencanaan operasional yang menjadi acuan dalam melak-sanakan kegiatan pembelajaran satu hari. Oleh karenanya, Anda harus menguasai langkah-langkah penyusunan SKH sebagai berikut.
1)      Menganalisa SKM yang telah disusun.
2)      Menetapkan tema atau subtema sesuai dengan SKM.
3)      Menetapkan indikator kemampuan yang akan dicapai pada hari itu yang dicermati dari SKM.
4)      Tentukan bentuk kegiatan sesuai dengan tahap perkembangan anak, tema, dan waktu.
5)      Menentukan pengorganisasian pelaksanaan kegiatan (individual, klasikal, kelompok kecil).
6)      Menetapkan materi, alat, bahan, dan media yang diperlukan untuk kegiatan tersebut.
7)      Menetapkan penilaian perkembangan anak dan Kegiatan Belajar Menga-jar (KBM), yaitu menentukan nama-nama anak yang akan dinilai/diamati, cara, jenis, dan alat penilaian yang akan digunakan untuk melakukan pe-nilaian.
8)      Susunlah semua komponen tersebut ke dalam format yang telah disiapkan dalam bentuk matriks atau model webb atau model lain yang Anda anggap lebih mudah untuk Anda lakukan dan pahami.

2.      Peran Guru TK sebagai Pelaksana
Setelah perencanaan selesai disusun maka tugas Anda selanjutnya adalah melaksanakan apa yang telah Anda rencanakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif, sebaiknya Anda perhatikan langkah-langkah berikut.
a.       Kembangkan rencana yang telah Anda susun dan perhatikan kejadian atau peristiwa spontan yang ditunjukkan oleh anak terhadap materi yang dipelajari pada hari itu.
b.      Melaksanakan penilaian terhadap minat dan pemahaman anak mengenai tema tersebut dengan menggunakan pengamatan, wawancara, diskusi kelompok maupun contoh hasil kerja/karya anak.
c.       Bantu anak merefleksikan pemahamannya tentang isi dan proses kegiatan pembelajaran.
d.      Lakukan percakapan dengan anak tentang hal-hal yang berkaitan dengan tema sehingga Anda dapat mengetahui seberapa jauh pemahaman anak tentang tema yang dipelajari pada hari ini. Bantu dan doronglah anak-anak untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang hal-hal yang ingin diketahuinya dengan cara menjawab pertanyaannya atau memberikan kesempatan pada anak untuk mencari dan menemukan jawaban melalui kegiatan eksplorasi ter-hadap lingkungan sekitarnya.

Pada tahap pelaksanaan ini kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan, antara lain berikut ini.
a.       Anda melaksanakan rencana pembelajaran yang telah dirancang pada tahap sebelumnya.
b.      Anak didik diorganisasikan berdasarkan pada jenis kegiatan yang akan dilak-sanakan.
c.       Pada kegiatan pembukaan sebaiknya anak didik diorganisasikan secara klasikal dengan tujuan menggiring dan mengkondisikan anak menuju pada tema yang telah dipilih.
d.      Selanjutnya, pada kegiatan inti anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kegiatan yang telah ditetapkan. Penempatan anak pada kelom-pok ini didasarkan pada minat anak. Setiap kelompok digilir untuk melakukan tiga kegiatan yang telah ditetapkan (jika waktu mencukupi).
e.       Pada akhir kegiatan, Anda dapat mengajak anak-anak didik mengunjungi tempat yang sesuai tema, misalnya kebun bunga, kantor pos, rumah sakit de-ngan melibatkan orang tua anak didik. Kegiatan ini sangat baik untuk me-ningkatkan hubungan TK dengan orang tua/keluarga guna mendukung per-kembangan dan belajar anak.
f.       Pada akhir kegiatan Anda dapat melakukan refleksi dengan mengajak anak-anak berdiskusi dan meminta anak mengemukakan apa yang mereka pelajari, rasakan dan kesan-kesan serta keinginan-keinginan yang belum terpenuhi yang berhubungan dengan tema saat kegiatan pembelajaran tersebut berlang-sung.

3.      Peran Guru TK sebagai Evaluator
Pada peran guru TK sebagai seorang evaluator, Anda melakukan penilaian terhadap proses kegiatan belajar dan penilaian hasil kegiatan. Dalam penilaian proses kegiatan, Anda melakukan penilaian dengan melakukan observasi atau pengamatan terhadap cara belajar anak baik secara individual maupun kelompok. Anda harus mencatat dan mendokumentasikan hasil-hasil pengamatan tersebut secara cermat. Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkem-bangan yang dicapai oleh anak secara individual maupun kelompok. Penilaian hasil karya anak ditujukan untuk melihat proses dan hasil karya anak baik secara individual maupun kelompok. Anda dapat memajang hasil karya anak tersebut pada tempat pemajangan/display untuk mempertunjukkan hasil-hasil kegiatan yang telah dilakukan. Hal ini dapat membangun rasa kebanggaan pada diri anak dan dapat memotivasi anak untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi.
Evaluasi harus mampu memberdayakan guru, anak, dan orang tua. Oleh karena-nya, guru sebagai evaluator harus melihat penilaian sebagai suatu kesempatan untuk menggambarkan pengalaman anak didik serta sebagai alat untuk menge-tahui kemajuan proses maupun belajar anak didik.
Setelah mempelajari dan memahami penjelasan mengenai peran guru di atas, tampaklah bahwa betapa berat tugas dan tanggung jawab seorang guru TK dalam kegiatan pembelajaran terpadu di Taman Kanak-Kanak, namun demikian masih banyak peranan lain yang harus dilakukan guru sebagai pendidik, pembim-bing dan pelatih, di antaranya adalah sebagai berikut.
a.       Korektor
Sebagai korektor guru harus bisa membedakan nilai yang baik dan mana nilai yang buruk sehingga guru dapat menilai dan mengoreksi semua sikap, tingkah laku, dan perbuatan anak didik. Di sini guru TK berperan dalam mengembangkan kemampuan berperilaku melalui pembiasaan-pembiasaan yang baik dan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik/buruk.
b.      Inspirator
Sebagai inspirator guru harus dapat memberikan ilham yang baik bagi kema-juan belajar anak didik. Pada peran ini guru TK harus dapat menuangkan ide-ide atau gagasan-gagasan atau melakukan inovasi pembelajaran guna kema-juan belajar dan perkembangan anak didik. Misalnya, dengan menciptakan atau mengembangkan berbagai media, alat maupun metode-metode pembela-jaran di TK.
c.       Informator
Guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selain sejumlah materi yang telah diprogramkan sesuai kuriku-lum. Guru harus berusaha mengembangkan dirinya dengan terus belajar ten-tang kemajuan-kemajuan teknologi agar tidak “gagap teknologi (gatek)” dan memiliki pengetahuan yang luas tentang berbagai hal.
d.      Organisator
Guru memiliki kegiatan pengelolaan kegiatan akademik, menyusun tata tertib sekolah, menyusun kalender akademik. Semua kegiatan tersebut harus di-organisasikan dengan baik sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi pembe-lajaran.
e.       Motivator
Guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar lebih bersemangat dan aktif dalam belajar. Motivasi akan lebih efektif bila dilakukan dengan mem-perhatikan kebutuhan anak didik.
f.       Inisiator
Guru harus dapat berperan sebagai pencetus ide-ide kemajuan dalam pendi-dikan dan pembelajaran. Pada peran ini guru harus mampu mengembangkan dan memberikan sumbangsih pemikiran untuk mendorong kemajuan pendidikan mulai dari lingkup yang kecil seperti dalam kelasnya sampai ke tingkat yang lebih luas, yaitu dalam lingkup sekolah atau yayasan maupun wilayah yang lebih luas lagi.
g.      Fasilitator
Sebagai fasilitator guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang me-mungkinkan dan memudahkan kegiatan belajar anak didik, menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan dapat membangkitkan anak didik untuk melakukan eksplorasi serta menyalurkan minat dan keingintahuannya secara aktif.



h.      Pembimbing
Kehadiran guru di sekolah adalah untuk membimbing anak didik menjadi manusia dewasa, memiliki susila yang cakap, mandiri, dan bertanggung jawab. Bimbingan yang diberikan guru sebaiknya sesuai dengan kebutuhan anak didik. Guru tidak sepenuhnya memberikan bantuan pada setiap anak ketika anak membutuhkan. Guru harus melihat dahulu seberapa jauh anak memerlukan bimbingan dan bantuan. Jika dilihat anak tersebut sebenarnya mampu melaksanakan tugasnya, namun dia tampak manja atau tidak mau melakukannya maka cobalah untuk bersikap tegas dengan meminta anak untuk mencoba melakukannya sendiri dahulu sampai anak ternyata memang benar-benar membutuhkan bantuan. Namun, jangan sampai Anda mem-biarkan anak sampai frustasi baru memberikan bantuan.
i.        Demonstrator
Dalam kegiatan pembelajaran tidak semua materi pelajaran dapat dipahami anak didik mengingat kemampuan setiap anak berbeda-beda. Untuk materi yang sulit dipahami anak didik, guru harus dapat memperagakannya sehingga dapat membantu anak yang tidak/belum memahami materi tersebut. Juga untuk materi-materi yang cukup berbahaya untuk dilakukan oleh anak sendiri, sebaiknya guru bertindak sebagai demonstrator. Bisakah Anda memberi contoh kegiatan yang dapat membahayakan anak didik jika dilaku-kan sendiri?
j.        Pengelola Kelas
Guru harus dapat mengelola kelas dengan baik. Pengelolaan kelas menunjuk pada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar, termasuk di dalamnya adalah pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya, pengaturan pe-nyimpanan barang.
k.      Mediator
Sebagai mediator, yaitu peran guru sebagai penyedia media. Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya, baik media non material maupun material sehingga guru dapat memilih dan menentukan media yang paling sesuai untuk digunakannya dalam kegiatan pembelajarannya. Selain itu, se-bagai mediator guru juga berperan sebagai penengah dalam proses belajar anak didik khususnya saat kegiatan diskusi kelompok.
l.        Supervisor 
             Sebagai supervisor hendaknya guru dapat membantu, memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pembelajaran. Guru harus menguasai teknik-teknik supervisi agar dapat melakukan perbaikan terhadap kegiatan pembelajaran menjadi lebih baik. Kelebihan yang dimiliki supervisor selain posisinya ada juga karena pengalaman, pendidikan, kecakapan atau keteram-pilan yang dimilikinya atau memiliki sifat-sifat kepribadian yang menonjol daripada orang-orang yang disupervisinya. Dengan perannya sebagai super-visor guru juga harus memiliki kesadaran untuk dapat menilai kinerjanya sendiri untuk meningkatkan kegiatan pembelajarannya.

Keutamaan Puasa Sunnah Senin-Kamis

Siapa sih yang tidak ingin awet muda, bebas penyakit, sekaligus selamat dunia akhirat? Kalau kita ingin mendapatkan semua itu, cobalah berpuasa Senin-Kamis secara teratur.
Kebanyakan dari kita tentunya pernah mendengar puasa Senin Kamis sebagai puasa sunnah di dalam Islam. Namun, berapa yang benar-benar berusaha merutinkan puasa tersebut?
Kalau hari itu kebetulan ada acara pengajian dan makan-makan, bukannya lebih enak makan-makan ketimbang puasa sunnah? Kalau pagi itu kebetulan tidak sempat sahur, bukannya lebih nyaman absen puasa dulu? Bagaimanapun, puasa Senin Kamis itu hanyalah ‘sunnah’ bukan?
Tak banyak dari kita yang tahu benar hikmah puasa Senin Kamis dari segi spiritual, kesehatan dan keutamaannya di hadapan Allah. Ada baiknya kita mengupas hikmah puasa Senin Kamis supaya kita lebih semangat menjalaninya.
Alasan utama mengapa puasa Senin Kamis disunahkan dalam Islam ialah karena Rasulullah sering berpuasa di kedua hari tersebut.
Tapi, apa keutamaan Senin dan Kamis?
Sehubungan dengan hal ini ada 2 hadis dari Rasulullah SAW yg berkenaan dengan pemilihan hari Senin dan Kamis.
Yang pertama, dalam Hadist Riwayat Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengatakan bahwa semua amal dibentangkan di hari Senin dan Kamis. Karena itu, sebagai orang beriman, sungguhlah baik bila pada saat malaikat melaporkan amalan kita itu kita tengah berpuasa.
Yang kedua, hari Senin Kamis adalah hari istimewa karena pada hari itulah Rasulullah SAW dilahirkan, menjadi rasul dan mendapat wahyu (HR Muslim).
Jadi terlihat disini bahwa hari Senin dan Kamis adalah hari istimewa dari sisi religius.
Dari sisi logika, bisa dilihat bahwa hari Senin dan Kamis membagi satu ‘minggu’ menjadi dua bagian yang hampir sama rata. Jadi  kentara sekali bahwa puasa Senin Kamis mempunyai fungsi maintenance atau pemeliharaan. Analoginya mungkin sama dengan pembagian waktu minum obat kala kita sakit. Tentu kita ingat, kala kita sakit, kita sering disuruh minum obat 2x sehari, yaitu 1x di pagi hari dan 1x di malam hari. Kalau dilihat, waktu-waktu dimana kita disuruh minum obat 2x tersebut membagi kurang lebih hari itu menjadi 3 bagian yang sama. Hal ini berlaku juga dengan Senin dan Kamis yang membagi satu minggu menjadi dua bagian.
Dengan berpuasa di hari Senin dan Kamis, secara tidak langsung kita melakukan maintenance untuk diri kita secara rutin baik dari segi spiritual maupun jasmani.
Lalu, apakah keutamaan puasa yang berkelanjutan seperti puasa Senin Kamis ini?
Keutamaan yang pertama ialah karena puasa Senin Kamis melatih kita secara teratur untuk menghindarkan diri dari pekerjaan dosa. Kalau ada latihan efektif untuk ‘anger management’ atau latihan kesabaran, maka itulah puasa. Karena itu, cocoklah jika dikatakan bahwa puasa adalah zakat jiwa, dimana pada saat puasa, kita membuang perangai buruk. Sehingga sesudah puasa, emosi dan spiritual kita menjadi lebih bersih.
Segala sesuatu itu ada zakatnya,sedang zakat jiwa itu adalah berpuasa. Dan puasa itu separo kesabaran.” (HR. Ibnu Majah)
Dengan menghilangnya perangai buruk kita, minimal seminggu dua kali, maka bisa juga dikatakan bahwa “Puasa adalah benteng yg membentengi seseorang dari api neraka yg membara”.{HR.Ahmad dan Baihaqi}.
Keutamaan yang kedua ialah karena puasa Senin Kamis bisa meningkatkan amalan kita. Biasanya, seseorang yang kekenyangan dan keenakan cenderung malas beribadah. Puasa menjadikan kita lebih produktif dalam beribadah karena selain kita tidak lagi dalam posisi keenakan, orang yang berpuasa juga cenderung ingin beribadah ekstra.  Disamping itu, puasa bisa melembutkan hati. Ini karena dengan puasa, kita cenderung lebih berempati dengan orang-orang yang kurang beruntung dibanding kita. Karena itu, puasa bisa menjadikan kita lebih dekat dengan Allah dan lebih bertakwa.
Tidaklah salah kalau dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa puasa diperintahkan pada kita dan orang-orang sebelum kita supaya kita menjadi orang yang bertakwa (Al Baqarah 183).
Selain dari keuntungan dari segi emosional spiritual seperti yang dijelaskan diatas, puasa juga memiliki keutamaan dari segi kesehatan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat ini sudah ada banyak riset yang menyimpulkan bahwa puasa yang teratur itu baik untuk kesehatan.
Manfaat kesehatan dari puasa yang paling populer adalah puasa bisa dibilang sebagai cara ampuh untuk membatasi kalori yang masuk ke tubuh kita. Dalam Islam dan bidang kedokteran, dianjurkan untuk tidak makan berlebihan, karena makanan yang berlebih dan tidak sehat bisa menimbulkan penyakit. Lihat saja masyarakat di negara makmur yang mana makanan berlimpah. Selain tingkat obesitas tinggi, masyarakat negara-negara tersebut banyak yang mengidap diabetes dan jantung yang notabene sering dijuluki sebagai penyakit orang kaya.  Dengan puasa Senin Kamis, paling tidak, dalam dua kali seminggu, kita membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita.
Manfaat lain dari puasa ditinjau dari segi kesehatan yang juga banyak dipopulerkan adalah fungsi pembersihan dan penyembuhan. Dengan istirahatnya sistem pencernaan kita selama puasa, maka memungkinkan sistem-sistem lain di tubuh kita untuk bekerja dengan lebih baik, misalnya sistem imunitas. Inilah sebabnya mengapa orang yang sakit atau binatang yang terluka suka menolak makan. Andaikata kita tidak sedang sakit pun, polisi imunitas bekerja keras saat kita puasa. Jika polisi-polisi ini mendeteksi hal-hal yang kira-kira nanti bisa membuat kita sakit atau hal-hal abnormal, seperti tumbuhnya kista atau tumor, maka pada hari kita puasa, mereka bisa memberantasnya.
Sistem detoksifikasi tubuh juga bekerja lebih lancar jika kita tidak menerima asupan lagi. Disini, mungkin kita bisa membayangkan sistem pembersihan tubuh kita seperti pegawai yang kewalahan mengerjakan tugasnya kalau tugas datang bertubi-tubi. Akibatnya, fungsi pembersihan tubuh tidak terkerjakan dengan maksimal dan sangat mungkin luput mengeliminasi beberapa zat-zat yang kurang baik untuk tubuh kita. Dengan berhentinya asupan, maka tugas dari sistem pembersihan tubuh kita menjadi lebih manageable sehingga kinerjanya menjadi lebih maksimal.
Sistem peremajaan juga bekerja dengan maksimal saat kita puasa karena Allah mendesain tubuh kita untuk mengeluarkan hormon yang erat kaitannya dengan anti-aging kala kita puasa. Karena itu tidaklah mengherankan jika pada suatu eksperimen ditemukan bahwa cacing yang berpuasa bisa hidup 19 generasi lebih lama dibanding cacing yang tidak berpuasa. Kalau ada obat anti-aging yang ampuh, itulah puasa. Bisa jadi puasa Senin Kamis secara teratur nantinya menjadikan kita awet muda dan bebas penyakit di hari tua.
Lalu bagaimana dengan orang yang sering mengeluhkan tidak bisa bekerja karena kelaparan dan lemas pada saat puasa seperti yg terlihat jelas di Indonesia dimana kinerja orang menjadi turun saat puasa? Jika hal ini terjadi,  bisa jadi kelaparan itu terjadi karena kita tidak bekerja dengan baik atau kurang konsentrasi. Yang jelas, puasa tidak mempunyai pengaruh buruk terhadap otak dan daya pikir kita. Malahan, sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa puasa malah meningkatkan daya pikir kita.
Masih banyak lagi manfaat kesehatan dari puasa, misalnya puasa bisa  menghindari atau mengurangi diabetes dan penyakit vascular seperti jantung. Yang jelas, kala Allah SWT  mewajibkan kita puasa minimum setahun sekali selama Ramadhan, Allah SWT tahu bahwa puasa itu baik bagi kita. Bayangkan dahsyatnya puasa kala kita bisa merutinkannya seminggu dua kali seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Walaupun begitu, perlu diingat dan digarisbawahi bahwa semua amal tergantung niat. Jika niat puasa kita hanyalah dari segi kesehatan, maka itulah yang kita dapat. Namun kala niat puasa kita adalah dalam rangka meningkatkan kualitas spiritualitas kita dan mendekatkan diri pada Allah SWT, maka kita tidak hanya mendapat fisik yang prima, namun juga ridho Allah dan keselamatan dunia akhirat. Sebagai muslim, ridha Allah terletak di atas segala-galanya. Allah sangat menyukai orang yang berpuasa karena Allah, sehingga Allah menjanjikan gerbang khusus di surga bagi yang gemar berpuasa, yaitu Ar-Rayyan (H.R Muslim).
Maka dari itu, marilah kita galakkan dan rutinkan puasa-puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis dalam rangka meraih ridha Allah SWT dan salah satu cara untuk meraih jannah-Nya. Insya Allah dengan puasa yang rutin, kita tidak hanya mendapat balasan di akhirat nanti, tetapi kita juga mendapat keuntungan di dunia berupa kesehatan yang prima dan daya pikir yang jernih.

Sumber: UIN Malang.