Kamis, 10 Mei 2012

Tahapan Perkembangan Moral Anak Taman Kanak-Kanak


A.    Tahapan Perkembangan Moral Anak Taman Kanak-Kanak
·         Tahapan/pola perkembangan moral anak diantaranya kejiwaan manusia dalam menginternalisasikan nilai moral kepada dirinya sendiri, memper-sonalisasikan dan mengembangkannya dalam pembentukan pribadi yang mempunyai prinsip, serta dalam mematuhi, melaksanakan/menentukan pilihan, menyikapi/menilai atau melakukan tindakan nilai moral.

·         Teori Perkembangan Moral
1.      Menurut Piaget anak berfikir tentang moralitas dalam 2 cara/tahap
a.       Heteronomous (4-7 th) = Keadilan dan aturan sebagai sifat-sifat dunia, tidak berubah dan lepas dari kendali manusia.
b.      Autonomous (10 th keatas) = Menyadari aturan hukum itu diciptakan oleh manusia.
2.      Menurut Kohlberg
-          Level perkembangan penalaran moral
a.       Penalaran Moral Prakonvensional = Orientasi Hukuman dan Kepatuhan, Orientasi Individualisme dan Orientasi Instrumental.
b.      Penalaran Moral Konvensional = Orientasi Konformitas Interpersonal, Orientasi Hukum dan Aturan.
c.       Penalaran Moral Pascakonvensional = Orientasi Kontrak Sosial, Orientasi Etis Universal.
-          Menurut Kohlberg perkembangan moral anak usia prasekolah berada pada level dasar = penalaran prakonvensional

·         4 Area Perkembangan yang perlu ditingkatkan dalam kegiatan pengem-bangan/pendidikan usia prasekolah = Perkembangan Fisik, Sosial Emosional, Kognitif dan Bahasa.



B.     Pengembangan Moral Anak Indonesia
·         Faktor Pembentuk Timbulnya Perbedaan Moral Manusia
1.      Kenyataan = Indonesia memiliki latar belakang sosial, adat istiadat, agama dan berbagai macam keanekaragaman unsur sosial.
2.      Tantangan = Manusia secara umum memiliki kecenderungan untuk mela-kukan kategorisasi dan identifikasi terhadap orang diluar dirinya, baik se-kelompok/secara individual. Maka pendidik punya tanggung jawab terhadap pendidikan sosial.
3.      Harapan = Upaya kita sebagai seorang guru Taman Kanak-Kanak, agar setiap perbedaan yang timbul dapat kita arahkan menjadi suatu materi pendewasaan sikap dan perilaku anak dalam sosialisasinya.

·         Hakekat Perkembangan Moral Anak Indonesia
Karena masyarakat Indonesia terdiri dari beragam suku maka tidak ada salah-nya kita menyisipkan pendidikan multikultur pada anak usia pra sekolah sesuai dengan tingkat dan pemahaman mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar